Terbang Perdana Maskapai Lion Air di Maluku Tenggara

Langgur, Maskapai Lion Air resmi melaksanakan penerbangan perdananya di Kabupaten Maluku Tenggara,Rabu (15/6/2022).



Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam sambutannya sehubungan dengan penerbangan perdana Lion Air di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra Kota Langgur Maluku Tenggara mengatakan, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sangat kaya dengan potensi sumber daya alam. Sektor Perikanan dan Sektor Pariwisata adalah dua sektor unggulan yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Dijelaskan, sektor perikanan, produksi perikanan Malra melimpah namun terkendala ke pasar karena aksesibilitas yang sulit dan cenderung mahal.

Hal yang sama juga terjadi di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisata yang menjadi indikator utama, mengalami penurunan yang drastis. Hal yang paling berpengaruh adalah lonjakan harga tiket pesawat. Di samping itu, pilihan transportasi yang sangat terbatas juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh.

Menurut bupati, sektor pariwisata semakin berat untuk bangkit, ketika dunia dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Akibat pendemi,  sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terpukul. Di Maluku Tenggara, usaha masyarakat di bidang pariwisata mengalami kemerosotan yang sangat berat.

“Hari ini, ketika dunia mulai terbebas dari Covid-19, ekonomi yang mulai pulih dan sektor pariwisata yang kembali bergeliat, maka kehadiran Lion Air di daerah ini adalah sesuatu yang sangat berharga, memberikan harapan akan perekonomian yang semakin baik ke depan,” ujar Hanubun.

Sehubungan dengan upaya pengembangan pariwisata secara nasional, menurutnya,   potensi pariwisata di wilayah Indonesia bagian timur cukup kaya dan beragam. Namun, satu hal yang masih menjadi kendala yaitu, potensi pariwisata Indonesia timur tidak terkelola secara sistematis dan tersinergi, antara berbagai destinasi di berbagai daerah tujuan wisata.

"Belum ada kebijakan yang mampu mengolaborasikan berbagai potensi dan keanekaragaman potensi pariwisata di Indoensia bagian timur," ujarnya.

Disebutkan, salah satu contoh adalah sampai hari ini tidak ada jalur penerbangan yang menghubungkan secara langsung destinasi-destinasi di wilayah Indonesia bagian timur dan khususnya di wilayah bagian selatan Indonesia.

Padahal, kata bupati, secara Geostrategis kita melihat, ada jalur pariwisata yang sangat unggul di wilayah Indonesia timur bagian selatan. Dimulai dari Bali - Lombok - Labuan Bajo - Flores - Kei sampai ke Papua bagian selatan. Namun akses yang terhubung antara seluruh destinasi itu tidak tersedia.

Bupati berharap, semoga ke depan ada kebijakan yang pro terhadap pengembangan pariwisata yang terintegrasi. Minimal dalam menciptakan kemudahan akses menuju daerah tujuan wisata yang sangat beranekaragam di wilayah Indonesia bagian timur.

“Dengan beroperasinya Lion Air di Bandara Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, maka ada peluang yang sangat besar untuk mendukung pemasaran produksi hasil laut dan hasil bumi lainnya dari Maluku Tenggara,” ujarnya.

Bupati berharap semoga Lion Air dapat menjadi solusi konkret, bagi produk daerah ini untuk mencapai pasar potensial di luar daerah.

"Fasilitas kargo adalah salah satu kebutuhan riil saat ini. Fasilitas yang tersedia akan mendorong pemenuhan segala persyaratan guna menjadikan Bandara Karel Sadsuitubun sebagai pintu keluar eskpor," katanya.

Lanjutnya, dengan beroperasinya Pesawat Lion Air di Bandara Karel Sadsuitubun, maka nama dan citra Kepulauan Kei pasti akan semakin besar. "Kami di Kabupaten Maluku Tenggara selama ini terus berupaya untuk mensosialisasikan Kota Langgur sebagai Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara. Kiranya hal ini juga menjadi semangat dari teman-teman di Lion Air, untuk ikut mensosialisasikan Langgur sebagai ibukota Maluku Tenggara," harapnya.

Berkaitan dengan infrastruktur Bandara Karel Sadsuitubun, Bupati menyampaikan, Pemerintah Daerah bersama dengan UPBU Karel Sadsuitubun selalu   berjuang, dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar infrastruktur, sarana dan prasarana Bandara Karel Sadsuitubun terus ditingkatkan.

Bupati berharap,  Bandara Karel Sadsuitubun pada saatnya nanti menjadi Bandara Pengumpul untuk daerah di sekitar, termasuk dari wilayah Papua, karena sampai  saat ini di Provinsi Maluku hanya ada dua bandara yang didarati Pesawat Besar (Boeing), yaitu Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Karel Sadsuitubun Langgur.  

Hadir saat acara  penerbangan perdana Lion Air di Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Walikota Tual Adam Rahayaan, Wakil Walikota Tual Usman Tamnge, Ketua TP PKK Eva Eliya Hanubun dan sejumlah pimpinan OPD.  (MC Malra/Novi/Adolof)

Sumber berita


Visi dan Misi Bandara Karel Sadsuitubun



VISI

“Terwujudnya Penyelenggaraan Transportasi Udara Yang Andal, Berdaya Saing dan Memberikan Nilai Tambah di Lingkungan Kerja Kantor UPBU Karel sadsuitubun”



Misi
  • Menyediakan layanan kebandarudaraan dengan standard keselamatan dan keamanan. 
  • Menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung operasi penerbangan. 
  • Meningkatkan kinerja pelayanan bandar udara yang handal melalui manajemen sumber daya manusia yang berkualitas. 
  • Menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. 
  • Menyediakan akses bagi stakeholder untuk meningkatkan mutu. 
  • Terciptanya pelayanan publik yang handal dalam pemanfaatan transportasi udara.


***

Kepala kantor dan Para Pejabat Struktural

  Bandara Karel Sadsuitubun merupakan Bandar Udara Kelas II yang dikelolah Oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Unit Eselon IIIb.

  • Kepala Kantor : Bpk. MAHDAN IZOHAR, ST


  • Kepala Sub Bagian Tata Usaha : MOH. AGUS SUHARTONO, SAP




  • Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama : ADRIANUS REYAAN, S.Sos


  • Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat : ROBERTUS FABUMASSE, ST


Sekilas Bandar Udara Karel Sadsuitubun

Sekilas Bandar Udara Karel Sadsuitubun.-

Bandar Udara Karel Sadsuitubun (IATA: LUV, ICAO: WAPF) adalah bandar udara yang terletak di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku yang merupakan pengganti Bandara Dumatubun yang saat ini dialihfungsikan hanya untuk keperluan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Foto Terminal Bandara


Latar belakang

Bandar Udara Karel Sadsuitubun berlokasi di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara, Senin 26 Agustus 2013 tentang Agenda pemberian nama Bandara Baru yang berlokasi di Desa Ibra Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara menetapkan nama Bandara Karel Sadsuitubun-Maluku Tenggara.[2]

Bandar Udara Karel Sadsuitubun diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan pada hari Jumat tanggal 19 Desember 2014. Peresmian itu dilaksanakan serentak, bersamaan dengan peresmian 20 pelabuhan dan 10 bandara di seluruh Indonesia.[3]

Bandar Udara Karel Sadsuitubun mulai beroperasi pada hari Senin tanggal 24 Februari 2014 yang ditandai oleh pendaratan pertama pesawat terbang dari maskapai Trigana Air (PK-YRN) yang di piloti oleh Capt. Hassanudin.[4]

Pendaratan pertama oleh Trigana Air Service menandakan bahwa Operasional Bandara Karel Sadsuitubun sudah mulai dilaksanakan sehingga bandara yang lama (Bandara Dumatubun) sudah tidak dioperasikan lagi untuk Penerbangan Sipil karena hanya dipakai sebagai Pangkalan Udara (Lanud) AURI Dumatubun.

Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.350 meter x 45 meter dengan 2 (dua) Taxiway dan Apron kapasitas 2 Pesawat Boeing 737 dan 1 (satu) ATR 72. Jarak bandara dari pusat kota sekitar 14 km. Status Bandar Udara Karel Sadsuitubun saat ini adalah Control Tower (ADC)dengan Operating Hour jam 06.00 Pagi s/d Jam 17.30 Sore Waktu indonesia Timur. memiliki fasilitas stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) avtur, BMKG dengan pelayanan 24 Jam, Tower Pengawas Udara yang dioperasikan oleh Personil AirNav.

***Data Umum Bandara dapat dilihat di pada Link dibawah Ini :

http://hubud.dephub.go.id/hubud/website/BandaraDetail.php?id=81

http://server-aplikasi.dephub.go.id/?id/bandara/detail/81


Sumber : Wikipedia dan Dephub

Upacara Peringatan HUT RI KE 74 di Bandara Karel Sadsuitubun


Langgur(17/08), Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 (17/8) dilaksanakan di halaman Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Karel Sadsuitubun Langgur. Kepala Kantor Bapak Anwar Hamid bertindak sebagai Inspektur Upacara dan sebagai Komandan Upacara yaitu Bapak Abdullah Tamher selaku Komandan Regu dari Unit Aviation Security (AVSEC) Bandara. 

Pengibaran Bendera
Dengan Mengenakan Pakaian Dinas Harian dan Pakaian Dinas Upacara untuk Kepala Bandara dan Pejabat Struktural dibawahnya upacara yang dilaksanakan berjalan dengan khidmat. Berikut salah satu kutipan Menteri Perhubungan RI pada Peringatan HUT RI ke-74 “Seiring dengan  memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia tahun ini yang bertema "SDM unggul Indonesia maju", saya berharap, sebagai insan perhubungan, kita harus selalu bersemangat dan optimis untuk meningkatkan  potensi kita sebagai sumber daya manusia di bidang transportasi”. 

Pegawai Bandara Karel
Sela-sela Upacara, Kepala Bandara juga membagikan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat untuk beberapa pegawai dan juga Sertifikat Mengikuti Ujian Dinas. hal ini dilakukan "untuk menambah semangat serta Optimis Pegawai Bandara sebagai Pelayan Masyarakat untuk tetap selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan daya saing menjadi SDM yang unggul sesuai tema HUT RI ke 74" kata Kepala Bandara. 

kegiatan selesai Upacara ditutup dengan Acara Ramah tamah antara Pimpinan, Pejabat dan para pegawai serta beberapa Instansi Pendukung/Penunjang Penerbangan seperti Airnav Indonesia, BMKG, PT. Pertamina Aviation, PT. Garuda Indonesia Langgur, PT. Wings Air Langgur dan beberapa Anggota Ground handling yang turut hadir terlibat dalam acara tersebut.

Pembagian SK kenaikan Pangkat
Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke -74, Merdeka…!!



By : Ngormel7

Penetapan Nama Bandara Karel Sadsuitubun sesuai Keputusan Menteri Perhubungan



Semenjak Beroperasinya Bandara di Langgur ini telah menggunakan Nama "Karel Sadsuitubun" dimana merupakan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap Jasa seorang Pahlawan asal Maluku Tenggara yang merupakan salah satu korban keganasan PKI sehingga gugur dan diberi Gelar Pahlawan Revolusi oleh Pemerintah Indonesia.

Namun selang waktu berlalu nama ini sering menjadi permasalahan dimana sebagian masih menggunakan nama **Dumatubun dalam penyebutan Bandara baru di Maluku tenggara ini. akhirnya setelah melalui Proses Kerjasama yang baik antara Pemerintah Maluku tenggara bersama kepala UPBU dan Kementerian Perhubungan, akhirnya diterbitkannya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP.833 tahun 2017 dimana Tentang : "Penetapan Nama Bandar Udara Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara menjadi Bandar Udara Karel Sadsuitubun".

Kepala Bandara Karel Sadsuitubun Anwar Hamid di Sela kesibukannya menyampaikan Terima kasihnya kepada Pemerintah Kab. Maluku Tenggara yang telah bersama-sama saling mendukung sehingga sehingga hasilnya cukup memuaskan dimana dikeluarkannya Penetapan Nama Bandara oleh Bapak Menteri Perhubungan Bpk. Budi Karya Sumadi.

Akhirnya semoga dengan Penetapan Nama Bandara Oleh Menteri Perhubungan segala hal yang menyangkut Operasional maupun administrasi di Bandara Langgur ini dapat berjalan dengan lancar karena telah jelas Legalitasnya.  

by. Ngormel7

Jadwal dan Rute Penerbangan Perintis Wilayah Maluku 2018

Jadwal dan Rute Penerbangan Perintis Wilayah Maluku 2018

***SENIN 
AMBON-BANDA Terbang jam 08:00 WIT
BANDA-AMAHAI Terbang jam 09:15 WIT
AMAHAI-BANDA Terbang jam 10:35 WIT
BANDA-AMBON Terbang jam 11:35 WIT
AMBON-WAHAI Terbang jam 13:10 WIT

***SELASA 
AMBON-KISAR Terbang jam 07:00 WIT
KISAR-MOA Terbang jam 09:45 WIT
MOA-KISAR Terbang jam 10:30 WIT
KISAR-SAUMLAKI Terbang jam 11:45 WIT
SAUMLAKI-LANGGUR Terbang jam 14:20 WIT

***RABU 
LANGGUR-LARAT Terbang jam 07:00 WIT
LARAT-LANGGUR Terbang jam 08:30 WIT
LANGGUR-SAUMLAKI Terbang jam 10:05 WIT
SAUMLAKI-KISAR Terbang jam 12:10 WIT
KISAR-AMBON Terbang jam 14:25 WIT

***KAMIS 
AMBON-KISAR Terbang jam 07:00 WIT
KISAR-AMBON Terbang jam 09:45 WIT
AMBON-WAHAI Terbang jam 13:10 WIT
WAHAI-AMBON Terbang jam 14:15 WIT

***JUMAT 
AMBON-BANDA Terbang jam 08:00 WIT
BANDA-AMBON Terbang jam 09:15 WIT
--------------------------------------------------------------------------
HARGA TIKET TELAH DI SUBSIDI PEMERINTAH
--------------------------------------------------------------------------
Bagi yang berminat bisa menghubungi ke nomor Tiketing dan reservasi kami di Ambon 081344123335 atau bisa langsung ke Kantor Susi Air di Bandara masing masing yang kami sebutkan sesuai jadwal dan rute minimal 2 Jam sebelum waktu keberangkatan.Terima kasih***

Untuk Agen di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur dapat Hubungi :
082239726042 (Bpk. Paul Fabumasse/Agen Susy Air)

Susi Air Melayani Penerbangan Perintis Wilayah Maluku 2018


Penerbangan Perintis adalah kegiatan angkutan udara niaga dalam negeri yang melayani jaringan dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain dan secara komersial belum menguntungkan.

Untuk meningkatkan pelayanan penerbangan dan guna mendukung transportasi udara di daerah kepulauan seperti maluku maka Pemerintah lewat kementerian Perhubungan memberikan anggaran untuk subsidi angkutan perintis. 

Tidak berbeda dengan Tahun sebelumnya di tahun 2018 ada 9 (sembilan) rute yang akan diterbangi.
Penerbangan Perdana 2018 ini direncanakan akan di mulai pada tanggal 01 Maret 2018 dengan Melayani Rute diantaranya  :
  • Ambon - Banda PP
  • Ambon - Amahai PP
  • Ambon - Wahai PP
  • Ambon - Kisar PP
  • Kisar - Moa PP
  • Kisar - Saumlaki PP
  • Saumlaki - Langgur PP
  • Langgur - Larat PP
dan setelah melalui Proses lelang maka yang Maskapai ditetapkan sebagai Pemenang untuk melakukan penerbangan perintis di wilayah Maluku adalah Maskapai Susi Air dimana Pesawat yang digunakan adalah keluaran terbaru Tipe LET 410 buatan Rusia.

Menurut kepala Bandar Udara Karel Sadsuitubun langgur "Dengan hadirnya Maskapai Susi Air dengan Pesawat terbarunya Tipe LET 410 diharapkan memberikan satu nuansa baru serta kepercayaan diri bagi pengguna jasa pada penerbangan perintis di wilayah maluku".

"Semoga kedepan setiap unit Penyelenggara terutama yang berada di wilayah maluku agar dapat mengembangkan bandaranya sehingga banyak maskapai swasta yang akan masuk sehingga dapat mengurangi penerbangan bersubsidi ini" tutup Kabandara Hj Anwar hamid. - Ngormel7 

Lion Group akan Mendaratkan Pesawat Batik Air di Langgur

Perusahaan maskapai yang sangat mementingkan layanan pada konsumen yang memberikan ketepatan waktu, layanan yang dapat diandalkan dengan harga yang terjangkau baik untuk perusahaan maupun masyarakat secara umum. Kualitas pelayanan keselamatan dalam penerbangan merupakan pelayanan yang sangat penting untuk diwujudkan oleh perusahaan jasa penerbangan. Karena pelayanan merupakan ujung tombak dalam usaha di bidang jasa. Kualitas tingkat keselamatan merupakan bagian utama dari strategi perusahaan penerbangan dalam rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan berkaitan dengan harapan konsumen. 

Bagi perusahaan jasa kualitas penampilan pelayanan perlu ditawarkan atau dibuktikan untuk diketahui oleh masyarakat, dengan jalan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan. Citra kualitas pelayanan yang positif dari pengguna jasa berarti pelayanan yang ditawarkan perusahaan dapat diterima dan sesuai dengan harapan pengguna jasa atau masyarakat. 

Pengguna jasa yang merasa puas akan pelayanan yang diberikan perusahaan dan mendapatkan rasa aman dan kepercayaan berarti perusahaan jasa memperhatikan kepentingan pelanggan. Pengguna jasa menginginkan tingkat keselamatan yang terjamin dengan pelayanan yang baik dan merasakan kepercayaan dalam perjalanan. Untuk itu, perusahaan berusaha memenuhi harapan pengguna jasa dengan memberikan suatu kepercayaan kepada pelanggan. 

Pada awal tahun 2018 ini Lion Group untuk meningkatkan Pelayanan Jasa yang maksimal akan menambah armada yang akan beroperasi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun langgur, armada yang akan ditambah bukan lagi pesawat dengan Tipe ATR-72 melainkan menggunakan Pesawat Batik Air dimana menggunakan Tipe Airbus A320.

Penerbangan yang akan direncanakan perdana pada tanggal 1 maret 2018 ini sudah melalui proses permohonan Slot ke Bandara Karel Sadsuitubun. sehingga masih menunggu ijin waktu yang akan diberikan oleh Pihak Airnav dan Bandara Langgur.

Kepala Bandar Udara Karel Sadsuitubun Langgur Hj Anwar Hamid menyambut baik apa yang dilakukan oleh Lion Group sehingga "akan kita lihat Slot yang kosong sehingga tidak berdampak pada kepadatan di apron akibat slot time yang bersamaan, karena kita masih mempunyai rentang waktu kosong dari jam 9.00 wit - 12.00 wit dan 14.00 - 17.00 wit" tutupnya.

Bertambahnya Traffic dari dan ke langgur selain berdampak pada persaingan harga tiket, juga menunjukan bahwa antusias pengguna Transportasi udara yang sangat tinggi dengan dibarengi peningkatan Pariwisata di Kepulauan kei maka tidak tertutup kemungkinan akan ada operator lain yang akan mencoba keberuntungannya di Langgur. - Ngormel7



Pesawat Sriwijaya Terbang Seminggu Tiga Kali

Perusahaan penerbangan nasional Sriwijaya Air terus melakukan ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia dengan membuka rute penerbangan baru, yakni Makassar – Langgur yang terbang tiga kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Dengan dibukanya rute baru tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas daerah itu saja, tetapi juga sekaligus menghubungkan dua provinsi yang berada di lain pulau.
Pesawat yang terisi penuh oleh penumpang sebanyak 80% itu mendarat perdana dengan mulus di Bandara Karel Sadsuitubun yang terletak di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada hari Rabu, 27 Desember 2017.
“Alhamdulillah, akhirnya pesawat dengan mesin jet berhasil mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun. Dengan bertambahnya maskapai yang terbang ke Langgur ini adalah untuk kepentingan masyarakat yang sangat membutuhkan transportasi udara untuk berbagai kegiatannya serta guna menekan harga tiket menjadi lebih murah, karena selama ini harga tiket pesawat terbilang sangat tinggi sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan tiket pesawat, sedangkan transportasi udara di sini adalah kebutuhan. Dengan masuknya maskapai Sriwijaya Air ke Langgur juga membuat masyarakat menjadi lebih banyak pilihan untuk menggunakan maskapai apa yang diinginkan,” kata Kepala Bandara Karel Sadsuitubun Anwar Hamid.
Antusias masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual terhadap penerbangan perdana Sriwijaya Air rute Makassar – Langgur sangatlah tinggi. Hal itu dapat terlihat dari penumpang yang memenuhi ruang tunggu keberangkatan bandara yang memiliki panjang landasan pacu  2.350 x 45 meter hingga antrian tersebut sampai keluar gedung terminal.
Tidak hanya membuka konektivitas antara Maluku dan Sulawesi saja, Anwar juga menambahkan, rencananya di bulan Januari 2018, pesawat Garuda Indonesia juga akan membuka lima rute penerbangan baru, salah satunya adalah membuka konektivitas rute Papua dan menghubungkannya ke Langgur, yakni Merauke – Timika – Fak Fak – Langgur. “Bagaimana pun juga masyarakat Papua harus bisa menikmati kemudahan menuju Langgur menggunakan transportasi udara. Selama ini masyarakat Papua menuju Langgur menggunakan transportasi laut yang memakan waktu hingga berhari-hari,” lanjut Kabandara.
Seiring dengan bertambahnya maskapai yang terbang ke Langgur, tentu pergerakan penumpang di bandara itu pun semakin meningkat, sehingga sarana dan prasarana bandara, dari gedung terminal hingga sisi udara pun lebih ditingkatkan lagi agar pengguna jasa pun merasa nyaman dengan pelayanan bandara, seperti terminal penumpang yang harus diperluas. “Transportasi udara di Langgur sudah dilayani oleh tiga maskapai nasional dan membuat masyarakat menjadi banyak pilihan. Namun demikian, kenyamanan pengguna pun harus lebih diperhatikan. Semakin banyaknya pilihan, seharusnya juga bisa menekan harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau” tutur Anwar.
Tidak hanya penambahan frekuensi penerbangan saja yang terus digenjot oleh pengelola Bandara Karel Sadsuitubun, tetapi juga sarana dan prasarana bandara terus ditingkatkan, seperti panjang landasan pacu yang akan dikembangkan dari 2.350 meter menjadi 2.500 meter agar dapat didarati pesawat berbadan besar lainnya, seperti Boeing 737-800 NG, serta peningkatan unit mobil PK-PPK dari kategori lima menjadi kategori enam guna keselamatan penerbangan. “Rencana perpanjangan landasan pacu di Tahun Anggaran 2019, sedangkan penambahan unit mobil PK-PPK sudah kami usulkan ke Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan,” tutupnya. B

Pelaksanaan CPNS dilingkungan Kementerian Perhubungan Tahun 2017


KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
P E N G U M U M A N 
 Nomor : PG. 26 TAHUN 2017
TENTANG
PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA FORMASI TAHUN ANGGARAN 2017


 
Dalam rangka mengisi lowongan formasi Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2017. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberi kesempatan bagi Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki kualifikasi pendidikan S2, S1, DIV, DIII, DII dan SLTA/Sederajat untuk mengikuti seleksi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perhubungan Formasi Tahun Anggaran 2017.



WASPADA! 

Penipuan CPNS, Panitia Pengadaan CPNS TIDAK memungut biaya apapun.


Upacara HUT RI ke 72 di UPBU Karel Sadsuitubun Langgur Berjalan Aman

Upacara HUT RI ke 72 UPBU K.Sadsuitubun
Langgur - Upacara Peringatan HUT RI ke-72 diadakan di lapangan Upacara Bandar Udara Karel Sadsuitubun di Langgur pada Kamis (17/8).

Acara yang setiap Tahun digelar ini kali ini dihadiri oleh perwakilan Airnav maupun Airlines yang beroperasi di Bandara Langgur diantaranya PT. Garuda Indonesia, PT. Wings Abadi Air dan PT. Dimonim Air.

Acara di awali dengan laporan Upacara, kemudian pengibaran bendera merah putih yang diiringi lagu Indonesia Raya dimana semuanya dilaksanakan oleh PNS maupun Honorer dai Bandara Karel Sadsuitubun.

Setelah itu amanat upacara oleh Anwar Hamid, SH selaku Kepala Bandar Udara sekaligus sebagai inspektur upacara, ia mengatakan bahwa hari ini dapat dijadikan momentum mengenang kembali jasa para pejuang. "Saat ini mari jadikan momentum ini sebagai pemersatu dalam mewujudkan Keamanan dan Keselamatan di Bumi Lavrul ngabal" katanya.

Oleh Karena itu dihari kemerdekaan ini kita patut mengevaluasi diri kita agar menjadi lebih baik lagi demi membangun persatuan dan kesatuan di Negara indonesia tercinta.

Acara berjalan dengan aman dan tertib dimana setelah amanat oleh inspektur upacara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba menyongsong 17 agustus kemarin, dimana peneyerahan hadiah melibatkan Perwakilan Airlines dan Airnav, kemudian ditutup dengan laporan masing masing pleton dan dibubarkan oleh komandan upacara. 

untuk lebih menambah silahturahmi diantara UPBU dan Operator maka acara penutup adalah cofee break bersama. -Ngormel7

Makna Kemerdekaan, Sebuah Inspirasi Untuk Kaum Muda

Karel Sadsuitubun - Setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang kita cintai. Dalam benak kita sebagai generasi penerus bangsa adalah hasil jerih payah, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia oleh para pahlawan dan proklamator bangsa ini. Apa sebetulnya makna dan tujuan kita mengadakan peringatan hari kemerdekaan itu?

Karel Sadsuitubun-Langgur

Pertama, untuk mendoakan para pahlawan kita.

Kedua, adalah untuk mengenang pengorbanan mereka.

Ketiga, ini sebetulnya yang paling penting, bagaimana kita dapat menimba teladan hidup dari mereka. Ibarat mercu suar di tepi laut, yang menjadi pedoman bagi semua nelayan, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita, sekarang dan masa depan yang penuh tantangan dan harapan.
Inspirasi apakah yang diwariskannya?
Inspirasi dan nilai-nilai yang dapat kita ambil dari peristiwa menjelang detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia.

Pertama, adalah Cita-cita yang jelas

Cita-cita para pahlawan yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Pembebasan ibu pertiwi dari penjajahan bangsa asing. Ini adalah cita-cita besar, cita-cita pribadi atau golongan tertentu. Bung Karno sebagai proklamator mengatakan supaya kita menggantungkan cita-cita kita setinggi langit. Cita-cita membuat kita bangun lebih pagi, membuat kita tahan lebih lama bekerja, di kota-kota besar bahkan terjadi tahan bekerja di bawah terik matahari, berdesak-desakan dalam bus untuk menemui nasabah atau calon pelanggan, bekerja sampai jauh malam, di kantor, jika memang ada pekerjaan yang mendesak.

Kalau anak-anak ditanya,”mau jadi apa kalau sudah besar?” mereka menjawab, “mau jadi dokter, perawat, pilot, atau pramugari.” Tidak ada yang menjawab ingin jadi pahlawan, karena pahlawan bukan pekerjaan, tetapi pahlawan adalah sebuah panggilan. Bila kita mengerjakan tugas-tugas kita bagaikan suatu panggilan, mengerjakannya dengan sepenuh hati, dengan rasa cinta, maka kitapun telah menjadi pahlawan dalam lingkungan kita.

Setiap jaman sebenarnya menyediakan tantangan dan kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan tindakan-tindakan besar, tindakan-tindakan bermakna, yaitu bila ia bekerja tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kebaikan orang lain, dan untuk kepentingan orang banyak.

Kedua, adalah Semangat Pantang Menyerah

Bila kita memiliki cita-cita yang jelas, tantangan atau godaan apapun tidak akan menggoyahkan kita. Kita tidak akan menyerah dengan mudah. Misalkan sebuah ilustrasi Columbus, “setelah sebulan berlayar, anak buah Columbus sudah putus asa. Pulau yang diimpikan belum juga kelihatan. Mereka terus mendesak Columbus untuk kembali ke Spanyol. Tetapi setiap kali didesak, Columbus menjawab, “ayo kita teruskan sedikit lagi.” Dan seterusnya kita tahu. Columbus dianggap menemukan benua Amerika, sekalipun benua ini sebelumnya sudah ditemukan dan dihuni oleh orang-orang Indian. Yang jelas, inilah hasil sebuah cita-cita besar yang diikuti dengan semangat pantang menyerah.

Jadi jangan mudah menyerah. Bila kita terus berjalan menuju ke arah cita-cita, pada suatu saat kita akan sampai di tempat tujuan. Seringkali hal itu terjadi justru pada saat kita sudah ada di ujung putus asa.

Ketiga, adalah Keberanian

Bung Karno dan kawan-kawanya pastilah bukan orang-orang pengecut. Beberapa kali dibuang oleh kolonial Belanda, tetapi beliau dan kawan-kawanya tidak pernah putus asa, dan tidak mau menempuh jalan aman dan penakut. Mereka dengan sadar memilih jalan sulit dan berbahaya. Mereka memilih menempuh jalan yang jarang dilalui. A road less traveled, kata penyair Robert prost. Mereka adalah para pemberani.

Ini perlu kita kita teladani sebagai generasi penerus bangsa dalam menjalani hidup ini. Cita-cita yang cemerlang sering kali gagal karena kita tidak memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Kita takut untuk memulai, kita takut untuk mengambil resiko, kita takut gagal. Semua rasa takut itu melumpuhkan kita.

“Jika anda memiliki keinginan, laksanakanlah. Keberanian memiliki kejeniusan sendiri.” Jelasnya kepandaian itu akan timbul bila kita memiliki keberanian. Keberhasilan hanya buat mereka yang berani. Dunia ini adalah untuk orang-orang pemberani.

Keempat, adalah Semangat Berkorban

Tidak ada yang gratis di bawah matahari. Demikian semboyan orang-orang bisnis. Saya kira semboyan itu benar sekali. Apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan. Bahkan kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita juga telah mengorbankan sesuatu yaitu kesempatan. Hidup ini memang menuntut pengorbanan.

“ pengorbanan adalah sebuah kata yang indah dan dinamis. Karena itu perkembangan pengetahuan dan pengalaman dengan perubahan waktu identik dengan pengorbanan yaitu berubah dan berkembang.Setiap tindakan pengorbanan adalah pelayanan. Prinsip-prinsip pengorbanan adalah satu hal dan praktek-praktek yang didasarkan atas agama atau hal yang lain. Prinsip-prinsip ini adalah mutlak dan tak terpengaruh oleh ruang dan waktu. Seiring dengan perubahan, maka setiap zaman memiliki cara berkorban sendiri dan mempunyai kekhasan sendiri pula.

Bangga Sebagai Bangsa Indonesia
Kalau kita cermati dan hayati ketika kita berziarah ke taman makam pahlawan, di sana kita jumpai nama yang terukir indah, mungkin bisa jadi nama orang itu berasal dari daerah kita. Kita akan bangga membaca nama mereka. Para pahlawan yang gagah perkasa telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tanah air, demi kita generasi penerus, dan ini membuat kita bangga.

Karena pengorbanan mereka, kita bukanlah penumpang gelap, bukan penumpang gratis (free riders) di dalam Negara dan bangsa Indonesia ini. Kita sama-sama memiliki andil dalam Negara ini. Karena itu kita sebagai kaum muda penerus bangsa juga ikut memiliki hak untuk menentukan arah ke mana negara ini hendak di bawa.

Dengan bekal cita-cita, keberanian, semangat pantang menyerah, dan kemauan untuk berkorban di abad ke 21. suatu melinium baru yang penuh dengan tantangan. Satu dunia baru yang berani. “A brave new World.” Kaum muda wajib merenungkan untaian kata berikut : “Tiada pengorbanan yang sia-sia, Tiada rintangan yang tak dapat diatasi. Walaupun sedikit dari pelayanan ini, akan membebaskan kita dari cengkraman penderitaan. Ngormel_7.

Dimonim Air Melayani Penerbangan Perintis wilayah Maluku Tahun 2017

Pesawat Dimonim Air (Jenis Twin Otter)
Maskapai perintis Milik Maskapai PT. MARTA BUANA AIR atau Dimonim Air menggunakan jenis pesawat Twin Otter resmi menerbangi langit Maluku pada 3/4/2017. 

Pesawat Dimonim Air terbang seminggu 4 (empat) kali, yakni :
Hari Senin melayani rute :
Ambon-Kisar-Moa-Kisar-Saumlaki-Langgur, 

Hari Selasa melayani rute : 
Langgur-Larat-Langgur-Saumlaki-Kisar-Ambon, 

Hari Rabu melayani rute : 
Ambon-Banda-Amahai-Banda-Ambon-Namlea-Ambon, dan

Hari Kamis melayani rute :
Ambon-Wahai PP dan Ambon-Kufar PP


Bandara Karel Sadsuitubun : Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan Penerbangan

UPBU Karel Sadsuitubun Langgur
 Pengelola Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara terus bekerja keras dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada penguna jasa bandara dengan menambah moda transportasi udara, serta peningkatan infrastruktur sarana dan fasilitas bandara dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan untuk keselamatan penerbangan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri dan event Pesona Metikei pada bulan Oktober 2017.

Kepala Bandara Karel Sadsuitubun, Anwar Hamid mengemukakan, pada hari Sabtu (15/4/2017), pengelola Bandara Karel Sadsuitubun mengadakan paparan Klasifikasi Bandara yang dihadiri langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta dari jajaran Kementerian Perhubungan. “Dalam paparan tersebut menjelaskan peningkatan disiplin dalam rangka pelayanan pengguna jasa transportasi udara di Bandara Karel Sadsuitubun,” katanya.                     
Kabandara dan Personil PKP-PK Karel

Petugas dari Kemenpan dan Kemenhub meninjau langsung kelaikan di bandara ini, dari sisi udara, sisi darat, jumlah penerbangan yang berjadwal atau tidak berjadwal, hingga pelayanan dan fasilitas bandara serta Sumber Daya Manusia di Bandara Karel Sadsuitubun.

Dalam paparan klasifikasi Bandara Karel Sadsuitubun juga dihadiri oleh Pemda Maluku Tenggara yakni Ketua Bappeda M. Teslatu.“Ketua Bappeda Maluku Tenggara, M. Teslatu juga turut hadir. Pemda Maluku Tenggara sangat mendukung perkembangan Bandara Karel Sadsuitubun. Kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamananan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan event Pesona Metikei yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang,” ujar Anwar.
Menurut dia, Bandara Karel Sadsuitubun tidak hanya menjadi bandara kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara saja. Tetapi, bandara itu juga merupakan induk dari bandara-bandara yang berada di Maluku Tenggara. 

Saat ini, bandara yang memiliki panjang landasan pacu 2.350 meter itu tidak hanya dapat didarati oleh pesawat jenis ATR-72 saja, tetapi juga dapat didarati oleh pesawat jenis boeing. “Pesawat jenis ATR-72 milik Garuda Indonesia dan Wings Air yang sudah terbang ke bandara ini dengan rute Ambon – Langgur,” ujarnya.

Menurut Anwar, dengan panjang landasan pacu yang di miliki saat ini 2.350 meter, pesawat berbadan besar jenis boeing juga bisa mendarat di bandara itu. Dalam waktu dekat ini ada salah satu maskapai komersil yang akan melakukan survei ke Bandara Karel Sadsuitubun untuk mengetahui jenis pesawat yang tepat untuk terbang ke bandara tersebut. 

“Kami juga bekerja keras, agar ada maskapai komersil dengan pesawat yang lebih besar terbang ke Bandara Karel Sadsuitubun,” katanya. B

Bandara Karel Sadsuitubun : Akan Naik Jadi UPBU Kelas 2


Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku kini bersiap-siap untuk naik kelas dari Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Kelas 3 menjadi UPBU Kelas 2, seiring dengan meningkatnya permintaan akan angkutan pesawat udara dari dan ke daerah itu.

Kepala Bandara Karel Sadsuitubun, Anwar Hamid, mengemukakan bahwa pihaknya kini sedang menyiapkan persyaratan dan memproses untuk naik menjadi UPBU Kelas 2. “Fasilitas dan kelaikan Bandara Karel Sadsuitubun ini sudah layak menjadi UPBU Kelas 2,” kata Anwar kepada Tim Majalah Bandara.
Dia mengatakan pengelola Bandara Karel Sadsuitubun kini terus meningkatkan kualitas pelayanana serta melengkapi fasilitas bandara untuk memberikan kenyamanan yang lebih terhadap pengguna jasa kebandaraan. 

Anwar Hamid mengatakan bahwa Bandara Karel Sadsuitubun saat ini memiliki panjang landasan pacu (runway) 2.350 meter dan apron 204 x 132 meter. “Apron dapat menampung empat pesawat jenis ATR atau dua unit pesawat jenis Boeing, “ujarnya.
Saat ini, katanya, pesawat komersil yang mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun hanya jenis ATR. Namun demikian, bandara ini juga bisa didarati oleh pesawat jenis Boeing.
Dia menjelaskan bahwa pergerakan pesawat (movement) di Bandara Karel Sadsuitubun relatif tinggi yaitu mencapai 12 kali sehari. “Pesawat milik AURI Boeing Seri 200 dan Hercules sering mendarat di sini, status pelayanan lalu lintas udaranya pun sudah ADC (Aerodrome Control Tower),” ujar Anwar.

Menurut Anwar, Langgur memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. “Dengan adanya bandara tersebut, maka akan memudahkan akses keluar masuk wisatawan ke Langgur, sehingga mendukung industri pariwisata di daerah sekitar, “katanya.
Dengan adanya transportasi udara di daerah ini, menurut dia, tentu akan mendukung perkembangan industri pariwisata karena memudahkan wisatawan untuk keluar masuk Langgur. “Bandara adalah gerbang utama masuk ke suatu daerah,” katanya.
Tidak dipungkiri, bahwa dengan adanya bandara dapat meningkatkan perekonomian daerah tersebut, begitu pun dengan Langgur. “Dengan adanya Bandara Karel Sadsuitubun, perekomian daerah tersebut pun melaju dengan cepat.”

Bandara Karel Sadsuitubun, katanya, tidak hanya sebagai sarana transportasi udara di daerah itu. Tapi, kata Anwar Hamid, kehadirannya turut memacu pertumbuhan industri pariwisata dan meningkatkan perekonomian daerah yang sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan.
Bandara Karel Sadsuitubun merupakan induk dari bandara-bandara yang berada di Maluku Tenggara. Pesawat yang terbang dari dan ke Bandara Karel Sadsuitubun yakni Garuda Indonesia, Wings Air, dan Trigana. 

Pada tahun 2018, katanya, Bandara Karel Sadsuitubun rencananya akan melakukan pengembangan dengan merenovasi terminal dan gedung kargo guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kebandaraan. B

BaliKei Archipelago, Harapan Baru Industri Pariwisata di Maluku Tenggara

Bali-Kei Maluku Tenggara
Maluku - Strategi dalam pengembangan sektor pariwisata di suatu daerah tentu akan berdampak positif bagi prtumbuhan sektor ekonomi setempat, serta dampak ikutan lain berupa terbukanya peluang bisnis bagi entrepreneurship (pengusaha) lokal. Upaya inilah yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, melalui Dinas Pariwisata Maluku Tenggara dengan mempersiapkan even BaliKei Archipelago berskala Internasional yang akan diselenggarakan di Bali dan berakhir di Maluku Tenggara. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, P. B. Roy Rahayaan saat melaksanakan pertemuan dengan Tim BaliKei Archipelago bersama para pengusaha setempat pada, Jumat (07/04) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, guna membahas persiapan pelaksanaan BaliKei Archipelago yang direncanakan berlangsung pada 5 hingga 8 Oktober 2017 mendatang. ”Even BaliKei Archipelago memberikan peluang bisnis yang sangat besarbagi Pengusaha Lokal” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, P B Roy Rahayaan yang akrab di sapa Roy. Even ini tidak muncul begitu saja “ini tidak digagas dalam semalam, tetapi sudah sejak akhir 2014 lalu di Bali,” tuturJoneka Kandou, salah satu anggota tim BaliKei Archipelago. Sebab menurut Joneka, Bali sudah padat oleh kunjungan Wisatawan Nusantara dan Mancanegara, sehingga perlu destinasi potensial lain yang harus didorong. 

Kei, nama lain dari Maluku Tenggara, di tahun 2016 lalu mendapat pengharagaan Juara I Surga Tersembunyi Terpopuler (Most Popular Hidden Paradise) di kegiatan Anugerah Pesona Indonesia 2016 oleh Menteri Pariwisata, sudah selayaknya menjadi destinasi pilihan selain Bali Selain itu, Kei memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan Bali, bahkan dengan Maldives sekalipun. “Joyce salah satu anggota tim kami dari Singapura, sering bepergian keliling dunia, dan saat dia datang ke Kei dan bilang Pantai Ngurbloat di Kei lebih indah dari Maldives, saya percaya. Karena dia pernah ke Maldives,” puji Andi Manuhutu, yang juga salah satu anggota tim BaliKei Archipelago. 
-Ngormel7

Survey Bandara Awards 2017 di Bandara Karel Sadsuitubun

Tim Majalah Bandara, Jakarta  melakukan Survey Kepuasan Pengguna Jasa Bandara di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara. Survey tersebut merupakan penilaian untuk Bandara Awards 2017 yang diselenggarakan setiap tahun. Penilaian melingkupi pelayanan, fasilitas dan juga kebersihan di bandara tersebut.

Ruang Tunggu Terminal

Survey atau penilaian di bandara yang memiliki panjang runway 2.350 meter merupakan yang pertama kali dilakukan setelah 9 tahun Bandara Awards berjalan. Survey tersebut melibatkan langsung penumpang transportasi udara yang akan berangkat dengan mengisi questioner yang dibagikan oleh tim Majalah Bandara selaku Surveyor. 

Para penumpang terlihat sangat antusias dalam mengisi questioner tersebut, di mana dalam questioner itu penumpang diberikan kebebasan untuk menilai langsung perkembangan bandara kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara.

Suasana Pengisian Questioner
“Bandara Karel Sadsuitubun ini sudah bagus, terus ditingkatkan lagi pelayanannya,” ujar salah satu penumpang yang mengisi questioner tersebut.

Dalam survey tersebut, tidak hanya kelebihan bandara saja yang menjadi sorotan pengguna jasa transportasi udara. Tetapi, kekurangan dalam bandara tersebut pun tidak luput dari kritik para penumpang yang melihat langsung apa saja yang harus dibenahi oleh pengelola bandara.
Seperti halnya Wi-Fi. Kini, jaringan internet merupakan kebutuhan yang harus selalu ada agar dapat terhubung dengan social media untuk menghilangkan rasa jenuh saat menunggu boarding, terlebih jika pesawat yang akan ditumpanginya mengalami keterlambatan. 

Internet adalah penghilang rasa jenuh tersebut. Kalau akses Wi-Fi atau bandara tersebut tidak terdapat Wi-Fi, penumpang merasa kurang lengkap pelayanan dan fasilitas di bandara tersebut. “Apa password Wi-Fi di sini?” tutur seorang penumpang pria saat sedang mengisi questioner.

Atau ada juga penumpang yang akan mengisi questioner bertanya lebih dulu tentang toilet berada di mana. “Di mana toiletnya? Sebelum mengisi questioner, saya harus tahu dulu kebersihan toiletnya,” ujarnya.

Para pengguna jasa bandara kini semakin cerdas. Pengelola bandara pun harus lebih peka terhadap perkembangan bandara. Dari pelayanan, fasilitas, hingga kebersihan juga kenyamanan dalam ruang tunggu merupakan satu kesatuan dalam penilaian tersebut yang banyak mendapatkan perhatian dari penumpang.

Namun demikian, di antara banyaknya kritik dari penumpang, Bandara Karel Sadsuitubun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Tetapi, dengan adanya survey atau penilaian serta kritik yang diberikan oleh penumpang juga harus menjadi catatan untuk Bandara Karel Sadsuitubun agar tidak berpuas diri dan terus meningkatkan perkembangan bandara sehingga menjadi bandara yang besar dan terbaik di Indonesia.

Bandara merupakan gerbang masuk bagi pengunjung atau wisatawan yang datang ke sebuah negeri ataupun kota. Oleh karena itu, bandara juga disebut sebagai wajah terdepan dari negeri atau kota tersebut. Sudah sepatutnya, setiap bandara mampu memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada seluruh pengguna jasa bandara. 

Bandara Awards merupakan bentuk apresiasi yang dipersembahkan kepada pengelola jasa bandara terbaik tahun 2017 dan ini merupakan penyelenggaraan Bandara Awards yang ke-9 yang diselenggarakan oleh Majalah Bandara.

Write by Rizki
(Majalah Bandara)

Cinematic Movie