Status Bandara Langgur akan ditingkatkan dari AFIS Menjadi ADC


Menteri Perhubungan bereaksi dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 131 Tahun 2015 tentang tentang Peningkatan Pelayanan Navigasi Penerbangan.  Peraturan ini memberikan acuan bahwa bandara yang memiliki pergerakan pesawat diatas 10 perhari ditingkatkan statusnya dari AFIS (Aeronautical Flight Information Service) menjadi ADC (Aerodrome Control Tower) untuk peningktan pelayanan

Sehubungan dengan hal tersebut maka di Bandara Karel sadsuitubun yang sekarang telah memiliki Landas pacu/Runway dengan Panjang 2,350 M x 45 M dengan Apron yang luas serta dua Taxiway lengkap dengan Runway light, Papi light, Treshold light dimana melayani lebih dari 10 pergerakan pesawat setiap harinya. direncanakan akan ditingkatkan status Pelayanan Lalu lintas udaranya yaitu dari AFIS menjadi ADC pada akhir bulan mei 2016.

Menurut Kepala Bandar Udara Bandara Karel Sadsuitubun bahwa memang sudah seharusnya ditingkatkan statusnya menjadi ADC mengingat Personil Airnav yang ditempatkan di Bandara Langgur ini sudah memungkinkan walaupun masih membutuhkan penambahan peralatan instrumen (Navigasi) untuk meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal lagi seperti ILS (Instrumen Landing System) dan VOR (Very High Frequency Omni Range).

Bandara yang baru beroperasi dua tahun yang lalu tepatnya 24 februari 2014 ini sudah memiliki peralatan instrumen seperti DME (Distance Measuring Equipment) dengan Gedung Tower serta Gedung Terminal dengan dua lantai. semoga lewat peningkatn status dari AFIS menjadi ADC menjadi satu langkah terbaik untuk peningkatan Bandara di Maluku Tenggara ini.

ngormel_7 

AirNav Akan Pasang ILS Di 13 Bandara Indonesia salah satunya di Bandara Langgur




Jakarta – Untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia berencana memasang perangkat Instrument Landing System (ILS) di 13 bandara di Indonesia. Dari 13 bandara tersebut, 5 bandara  untuk kali pertamanya akan dipasang ILS, sedangkan 8 bandara melakukan penggantian perangkat yang sangat membantu pilot dalam melakukan pendaratan terutama dalam jarak pandang yang terbatas tersebut.

“Kita akan memasang ILS di sejumlah bandara yang memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk dipasang perangkat ILS,” ujar Direktur Utama AirNav Indonesia Bambang Tjahjono.
Menurut Bambang, dana yang dibutuhkan untuk memasang perangkat ILS dan penggantian perangkat lama tersebut mencapai 169 miliar. “Itu juga termasuk untuk perbaikan ILS di 16 bandara lainnya,” ucapnya.

Bambang menjelaskan, lima bandara yang akan dipasang ILS untuk pertama kalinya adalah Bandara Sultan Thaha di Jambi, Bandara Raden Inten II di Lampung, Bandara Saumlaki di Saumlaki, Bandara Samarinda Baru di Samarinda dan Bandara Langgur di Langgur.

Sedangkan delapan bandara yang akan dilakukan penggantian ILS adalah Bandara Adi Sumarmo di Solo, Bandara Sepinggan di Balikpapan, Bandara Frans Kasiepo di Biak, Bandara El Tari di Kupang, Bandara Sultan Sjarif Kasim II di Pekanbaru, Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Palembang, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, dan Bandara Supadio Pontianak. - Ngormel7

Pemasangan Peralatan Flightradar24 di Bandara Karel Sadsuitubun





Flightradar24 adalah tracker penerbangan yang menunjukkan lalu lintas udara langsung dari seluruh dunia. Flightradar24 menggabungkan data dari beberapa sumber data termasuk ADS-B, MLAT dan FAA. The ADS-B, MLAT dan FAA data dikumpulkan bersama-sama dengan jadwal dan data status penerbangan dari maskapai penerbangan dan bandara untuk membuat pengalaman pelacakan penerbangan yang unik pada http://www.flightradar24.com dan aplikasi Flightradar24 .

Pada Bandar Udara Karel Sadsuitubun - Langgur kini telah memasang peralatan Flightradar24 sehingga secara otomatis kita semua dapat mengakses data penerbangan secara live dimana cukup dengan membuka websitenya di http://www.flightradar24.com  atau bagi anda pemegang HP Android bisa mendownload aplikasi Flightradar24 di Playstore. dengan begitu anda dapat melihat penerbangan secara live dari dan ke langgur. untuk jenis pesawat apa saja silahkan lihat di bagian bawah artikel ini.

ADS-B

ADS-B

Teknologi utama yang digunakan untuk menerima informasi penerbangan disebut automatic dependent surveillance-broadcast ( ADS-B). Teknologi ADS-B dapat dijelaskan pada gambar berikut ini :
  1. Pesawat terbang mendapat koordinat posisinya dari sumber navigasi GPS (satelit)
  2. Pemancar (transponder) ADS-B pada pesawat mengirimkan sinyal yang berisi koordinat lokasi (dan banyak lagi antara lain altitude-ketinggian pesawat-, kecepatan horizontal, kecepatan vertical, dll)
  3. Sinyal ADS-B diterima oleh penerima (receiver) dan ditampilkan di layar.
  4. Jika anda mau berbagi data dari sinyal ADS-B, maka data harus diumpankan ke server Flightradar24.
  5. Data ditampilkan di website www.flightradar24.com dan dalam applikasi Flightradar24

Pesawat yang terlihat di Flightradar24 (dalam jangkauan ADS-B)

Pada awal ketika ADS-B pertama kali diluncurkan, penggunaan utamanya adalah dalam pesawat penumpang komersial dengan penumpang 100 orang atau lebih. Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak pesawat dan jenis pesawat yang lebih kecil menggunakan transponder ADS-B. Sampai ADS-B menjadi sebuah kewajiban untuk dipasang pada pesawat terbang, terserah bagi produsen pesawat dan pemilik pesawat untuk memutuskan apakah sebuah transponder ADS-B akan dipasang pada pesawatnya atau tidak.
Model pesawat umum yang biasanya memiliki transponder ADS-B dan terlihat pada Flightradar24 (dalam jangkauan ADS-B):
  • Semua model Airbus (A300, A310, A318, A319, A320, A321, A330, A340, A350, A380)
  • Antonov AN-148 dan AN-158
  • ATR 72-600 (pengiriman paling baru)
  • BAe ATP
  • BAe Avro RJ70, RJ85, RJ100
  • Boeing 737, 747, 757, 767, 777, 787
  • Bombardier CS100 CS300 dan
  • Embraer E190 (pengiriman paling baru)
  • Fokker 70 dan 100
  • McDonnell Douglas MD-10, MD-11
  • Sukhoi SuperJet 100
  • Beberapa yang lebih baru Ilyushin dan Tupolev (misalnya Il-96 dan TU-204)
Model pesawat umum yang biasanya tidak memiliki transponder ADS-B dan tidak terlihat pada Flightradar24 (dalam jangkauan ADS-B):
  • “Air Force One” – Pesawat Kepresidenan Amerika Serikat
  • Antonov AN-124 dan AN-225
  • ATR 42, 72 (kecuali sebagian pengiriman baru ATR 72-600)
  • Boeing 707, 717, 727, 737-200, 747-100, 747-200, 747SP
  • BAe Jetstream 31 dan 32
  • Semua model Bombardier CRJ
  • Semua model Bombardier Dash
  • Semua model CASA
  • Semua model Dornier
  • Semua model Embraer (kecuali sebagian pengiriman baru Embraer E190)
  • De Havilland Canada DHC-6 Twin Otter
  • Fokker 50
  • McDonnell Douglas DC-9, MD-8x, MD-90
  • Saab 340 dan 2000
  • Kebanyakan helikopter
  • Sebagian besar pesawat yang lebih tua
  • Kebanyakan jet bisnis
  • Pesawat militer
  • Sebagian besar pesawat baling-baling
Hasil Capture dari Flightradar24 di HP Android

Tentu saja ada banyak pengecualian dari aturan ini. Ada beberapa A300 yang lebih tua, A310, A320, B737, B747, B757, B767, MD10, pesawat MD11 terbang tanpa transponder ADS-B, yang membuat pesawat tersebut tidak terlihat pada Flightradar24 ketika di daerah dengan cakupan ADS-B saja. Tapi ada juga beberapa Twin Otter, Saab 340, Saab 2000 dan MD-80 pesawat dengan transponder ADS-B yang tampak di Flightradar24.

Semoga dengan adalanya  http://www.flightradar24.comdapat membantu anda untuk melihat penerbangan yang anda inginkan.

Ngormel_7