Dimonim Air Melayani Penerbangan Perintis wilayah Maluku Tahun 2017

Pesawat Dimonim Air (Jenis Twin Otter)
Maskapai perintis Milik Maskapai PT. MARTA BUANA AIR atau Dimonim Air menggunakan jenis pesawat Twin Otter resmi menerbangi langit Maluku pada 3/4/2017. 

Pesawat Dimonim Air terbang seminggu 4 (empat) kali, yakni :
Hari Senin melayani rute :
Ambon-Kisar-Moa-Kisar-Saumlaki-Langgur, 

Hari Selasa melayani rute : 
Langgur-Larat-Langgur-Saumlaki-Kisar-Ambon, 

Hari Rabu melayani rute : 
Ambon-Banda-Amahai-Banda-Ambon-Namlea-Ambon, dan

Hari Kamis melayani rute :
Ambon-Wahai PP dan Ambon-Kufar PP


Bandara Karel Sadsuitubun : Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan Penerbangan

UPBU Karel Sadsuitubun Langgur
 Pengelola Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara terus bekerja keras dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada penguna jasa bandara dengan menambah moda transportasi udara, serta peningkatan infrastruktur sarana dan fasilitas bandara dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan untuk keselamatan penerbangan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri dan event Pesona Metikei pada bulan Oktober 2017.

Kepala Bandara Karel Sadsuitubun, Anwar Hamid mengemukakan, pada hari Sabtu (15/4/2017), pengelola Bandara Karel Sadsuitubun mengadakan paparan Klasifikasi Bandara yang dihadiri langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta dari jajaran Kementerian Perhubungan. “Dalam paparan tersebut menjelaskan peningkatan disiplin dalam rangka pelayanan pengguna jasa transportasi udara di Bandara Karel Sadsuitubun,” katanya.                     
Kabandara dan Personil PKP-PK Karel

Petugas dari Kemenpan dan Kemenhub meninjau langsung kelaikan di bandara ini, dari sisi udara, sisi darat, jumlah penerbangan yang berjadwal atau tidak berjadwal, hingga pelayanan dan fasilitas bandara serta Sumber Daya Manusia di Bandara Karel Sadsuitubun.

Dalam paparan klasifikasi Bandara Karel Sadsuitubun juga dihadiri oleh Pemda Maluku Tenggara yakni Ketua Bappeda M. Teslatu.“Ketua Bappeda Maluku Tenggara, M. Teslatu juga turut hadir. Pemda Maluku Tenggara sangat mendukung perkembangan Bandara Karel Sadsuitubun. Kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamananan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan event Pesona Metikei yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang,” ujar Anwar.
Menurut dia, Bandara Karel Sadsuitubun tidak hanya menjadi bandara kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara saja. Tetapi, bandara itu juga merupakan induk dari bandara-bandara yang berada di Maluku Tenggara. 

Saat ini, bandara yang memiliki panjang landasan pacu 2.350 meter itu tidak hanya dapat didarati oleh pesawat jenis ATR-72 saja, tetapi juga dapat didarati oleh pesawat jenis boeing. “Pesawat jenis ATR-72 milik Garuda Indonesia dan Wings Air yang sudah terbang ke bandara ini dengan rute Ambon – Langgur,” ujarnya.

Menurut Anwar, dengan panjang landasan pacu yang di miliki saat ini 2.350 meter, pesawat berbadan besar jenis boeing juga bisa mendarat di bandara itu. Dalam waktu dekat ini ada salah satu maskapai komersil yang akan melakukan survei ke Bandara Karel Sadsuitubun untuk mengetahui jenis pesawat yang tepat untuk terbang ke bandara tersebut. 

“Kami juga bekerja keras, agar ada maskapai komersil dengan pesawat yang lebih besar terbang ke Bandara Karel Sadsuitubun,” katanya. B

Bandara Karel Sadsuitubun : Akan Naik Jadi UPBU Kelas 2


Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku kini bersiap-siap untuk naik kelas dari Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Kelas 3 menjadi UPBU Kelas 2, seiring dengan meningkatnya permintaan akan angkutan pesawat udara dari dan ke daerah itu.

Kepala Bandara Karel Sadsuitubun, Anwar Hamid, mengemukakan bahwa pihaknya kini sedang menyiapkan persyaratan dan memproses untuk naik menjadi UPBU Kelas 2. “Fasilitas dan kelaikan Bandara Karel Sadsuitubun ini sudah layak menjadi UPBU Kelas 2,” kata Anwar kepada Tim Majalah Bandara.
Dia mengatakan pengelola Bandara Karel Sadsuitubun kini terus meningkatkan kualitas pelayanana serta melengkapi fasilitas bandara untuk memberikan kenyamanan yang lebih terhadap pengguna jasa kebandaraan. 

Anwar Hamid mengatakan bahwa Bandara Karel Sadsuitubun saat ini memiliki panjang landasan pacu (runway) 2.350 meter dan apron 204 x 132 meter. “Apron dapat menampung empat pesawat jenis ATR atau dua unit pesawat jenis Boeing, “ujarnya.
Saat ini, katanya, pesawat komersil yang mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun hanya jenis ATR. Namun demikian, bandara ini juga bisa didarati oleh pesawat jenis Boeing.
Dia menjelaskan bahwa pergerakan pesawat (movement) di Bandara Karel Sadsuitubun relatif tinggi yaitu mencapai 12 kali sehari. “Pesawat milik AURI Boeing Seri 200 dan Hercules sering mendarat di sini, status pelayanan lalu lintas udaranya pun sudah ADC (Aerodrome Control Tower),” ujar Anwar.

Menurut Anwar, Langgur memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. “Dengan adanya bandara tersebut, maka akan memudahkan akses keluar masuk wisatawan ke Langgur, sehingga mendukung industri pariwisata di daerah sekitar, “katanya.
Dengan adanya transportasi udara di daerah ini, menurut dia, tentu akan mendukung perkembangan industri pariwisata karena memudahkan wisatawan untuk keluar masuk Langgur. “Bandara adalah gerbang utama masuk ke suatu daerah,” katanya.
Tidak dipungkiri, bahwa dengan adanya bandara dapat meningkatkan perekonomian daerah tersebut, begitu pun dengan Langgur. “Dengan adanya Bandara Karel Sadsuitubun, perekomian daerah tersebut pun melaju dengan cepat.”

Bandara Karel Sadsuitubun, katanya, tidak hanya sebagai sarana transportasi udara di daerah itu. Tapi, kata Anwar Hamid, kehadirannya turut memacu pertumbuhan industri pariwisata dan meningkatkan perekonomian daerah yang sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan.
Bandara Karel Sadsuitubun merupakan induk dari bandara-bandara yang berada di Maluku Tenggara. Pesawat yang terbang dari dan ke Bandara Karel Sadsuitubun yakni Garuda Indonesia, Wings Air, dan Trigana. 

Pada tahun 2018, katanya, Bandara Karel Sadsuitubun rencananya akan melakukan pengembangan dengan merenovasi terminal dan gedung kargo guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kebandaraan. B

BaliKei Archipelago, Harapan Baru Industri Pariwisata di Maluku Tenggara

Bali-Kei Maluku Tenggara
Maluku - Strategi dalam pengembangan sektor pariwisata di suatu daerah tentu akan berdampak positif bagi prtumbuhan sektor ekonomi setempat, serta dampak ikutan lain berupa terbukanya peluang bisnis bagi entrepreneurship (pengusaha) lokal. Upaya inilah yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, melalui Dinas Pariwisata Maluku Tenggara dengan mempersiapkan even BaliKei Archipelago berskala Internasional yang akan diselenggarakan di Bali dan berakhir di Maluku Tenggara. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, P. B. Roy Rahayaan saat melaksanakan pertemuan dengan Tim BaliKei Archipelago bersama para pengusaha setempat pada, Jumat (07/04) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, guna membahas persiapan pelaksanaan BaliKei Archipelago yang direncanakan berlangsung pada 5 hingga 8 Oktober 2017 mendatang. ”Even BaliKei Archipelago memberikan peluang bisnis yang sangat besarbagi Pengusaha Lokal” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, P B Roy Rahayaan yang akrab di sapa Roy. Even ini tidak muncul begitu saja “ini tidak digagas dalam semalam, tetapi sudah sejak akhir 2014 lalu di Bali,” tuturJoneka Kandou, salah satu anggota tim BaliKei Archipelago. Sebab menurut Joneka, Bali sudah padat oleh kunjungan Wisatawan Nusantara dan Mancanegara, sehingga perlu destinasi potensial lain yang harus didorong. 

Kei, nama lain dari Maluku Tenggara, di tahun 2016 lalu mendapat pengharagaan Juara I Surga Tersembunyi Terpopuler (Most Popular Hidden Paradise) di kegiatan Anugerah Pesona Indonesia 2016 oleh Menteri Pariwisata, sudah selayaknya menjadi destinasi pilihan selain Bali Selain itu, Kei memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan Bali, bahkan dengan Maldives sekalipun. “Joyce salah satu anggota tim kami dari Singapura, sering bepergian keliling dunia, dan saat dia datang ke Kei dan bilang Pantai Ngurbloat di Kei lebih indah dari Maldives, saya percaya. Karena dia pernah ke Maldives,” puji Andi Manuhutu, yang juga salah satu anggota tim BaliKei Archipelago. 
-Ngormel7